Ketika Biru tak lagi Biru

Pagi yang dingin tak mampu merayuku
Bahkan untuk sekedar menahanku
Aku terus saja berkemas
Menyiapkan bekal yang mungkin saja tidak cukup

Ini memang lebih dari sekedar cerita
karena kudapatkan serialnya bersambung sambung

Ketika biru tak lagi biru
Aku masih setia kepadamu
Menyapamu setiap pagi
Juga melenakanmu sepanjang malam

Original by. Hawe

 

Dipublikasi di Puisi | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar